Oracle Database 19c (rilis April 2019, Long-Term Support hingga 2027) adalah versi stabil terakhir dari Oracle Database 12.2 codebase, dan tetap menjadi pilihan utama perusahaan global untuk sistem mission-critical seperti perbankan, logistik, dan ERP.
Tapi Oracle 19c bukan sekadar “database lama”. Ia dipenuhi fitur enterprise-grade yang memungkinkan skalabilitas, keamanan, otomatisasi, dan kinerja tingkat lanjut.
Mari kita bahas 5 fitur advanced Oracle 19c yang harus kamu kuasai jika bekerja di lingkungan enterprise.
🔹 1. Automatic Indexing (AI) – Otomatisasi Tuning Query
Salah satu inovasi terbesar di Oracle 19c adalah Automatic Indexing, fitur yang menganalisis workload dan membuat/drop index secara otomatis berdasarkan pola query.
✅ Cara Kerja:
- Oracle memantau SQL yang dijalankan
- Jika mendeteksi pola yang bisa dipercepat dengan index, ia akan:
- Buat index baru
- Uji performa (dengan SQL Performance Analyzer)
- Terapkan hanya jika ada peningkatan
- Hapus index yang tidak berguna
🔧 Aktifkan:
💡 Cocok untuk aplikasi dengan query dinamis (misal: ERP, CRM) di mana tuning manual tidak realistis.
🔹 2. Real Application Clusters (RAC) dengan Flex ASM
Oracle RAC memungkinkan multiple node database berjalan sebagai satu sistem, memberikan high availability dan load balancing.
Di 19c, Flex ASM menyederhanakan arsitektur:
- ASM (Automatic Storage Management) tidak lagi harus berjalan di setiap node
- Cukup 3 instance ASM untuk cluster 10+ node
- Lebih efisien dan mudah dikelola
🧠 Manfaat:
- Zero downtime saat patching
- Failover otomatis jika node mati
- Skalabilitas horizontal tanpa ubah aplikasi
⚠️ Dibutuhkan lisensi Oracle Real Application Clusters (berbayar tinggi).
🔹 3. Data Guard Broker & Fast-Start Failover (FSFO)
Oracle Data Guard adalah solusi disaster recovery berbasis replikasi real-time.
Di 19c, Data Guard Broker memungkinkan manajemen melalui CLI atau GUI, sementara Fast-Start Failover (FSFO) mengotomatiskan switchover jika primary database gagal — dalam kurang dari 30 detik.
🔐 Fitur Keamanan Tambahan:
- Redo transport encryption (AES)
- Network compression untuk WAN
- Far sync instance untuk zero data loss
💼 Digunakan oleh bank, BUMN, dan rumah sakit untuk memenuhi regulasi RTO/RPO.
🔹 4. In-Memory Column Store (IM Column Store)
Oracle 19c menyediakan dual-format storage:
- Row format: untuk OLTP (transaksi harian)
- Column format: untuk OLAP (analisis besar)
Dengan In-Memory Column Store, kamu bisa:
- Jalankan query analitik 100x lebih cepat
- Tanpa ETL ke data warehouse
- Gunakan
INMEMORYhint atau atur otomatis via policy
🔧 Contoh:
SELECT region, SUM(revenue) FROM sales GROUP BY region;
💡 Sangat cocok untuk aplikasi hybrid OLTP + OLAP (HTAP).
🔹 5. Unified Auditing & Privilege Analysis
Keamanan jadi prioritas utama di era regulasi (GDPR, POJK, dll). Oracle 19c menyediakan:
✅ Unified Auditing
- Semua audit log disatukan dalam satu tabel (
UNIFIED_AUDIT_TRAIL) - Performa tinggi (tidak membebani sistem)
- Bisa kirim ke SIEM (Splunk, ELK)
✅ Privilege Analysis
- Analisis siapa yang benar-benar menggunakan hak akses
- Bantu terapkan prinsip least privilege
DBMS_PRIVILEGE_CAPTURE.CREATE_CAPTURE(
name => 'app_priv_analysis',
type => DBMS_PRIVILEGE_CAPTURE.G_ROLE_AND_CONTEXT,
condition => 'SYS_CONTEXT(''USERENV'',''MODULE'') = ''HR_APP'''
);
END;
🔒 Wajib di lingkungan yang tunduk pada audit eksternal.
🧪 Bonus: Automatic Diagnostic Repository (ADR) & ADRCI
Oracle 19c menggunakan ADR sebagai pusat log error, trace, dan incident. Dengan tool ADRCI, DBA bisa:
| Command | Fungsi | Kegunaan nyata |
|---|---|---|
show homes |
Daftar ADR home dalam sistem | Jika ada banyak DB/Listener |
set home <home> |
Pilih ADR home | Wajib sebelum operasi lain |
show base |
Tampilkan ADR base path | Validasi ADR environment |
show alert |
Buka alert log | Diagnosa error realtime |
show incident |
Daftar incident yg tercatat | Mulai TROUBLESHOOT |
show problem |
Daftar problem/issue grouping | Melihat pola error |
| Command | Fungsi |
|---|---|
show trace |
Menampilkan daftar trace file |
show tracefile details |
Info metadata trace |
show incident -p "problem_key='ORA 4036'" |
Filter incident |
ips show problems |
List problem dengan detail |
ips show incidents -problem <problem_id> |
Incidents yg terkait problem tertentu |
ips show files -incident <id> |
Trace file yang relevan |
| Command | Fungsi |
|---|---|
ips create package |
Manual build package |
ips add incident <id> to package <pkg> |
Tambah incident ke package |
ips pack incident <id> in '<path>' |
Auto buat package 1 incident → ZIP |
ips pack problem <id> in '<path>' |
Auto buat package 1 problem full |
ips generate package <pkg> in '<path>' |
Build package berdasarkan pkg id |
| Command | Fungsi |
|---|---|
show health |
Health check database dari ADR |
show config |
Konfigurasi troubleshooting |
help |
Referensi lengkap perintah |
exit |
Ya, keluar. Tapi banyak admin panik lupa ini. |
| Command | Kapan dipakai |
|---|---|
show htconfig |
Debugging Health Monitor |
hs err commands |
Debug error sistem OS+paging |
ips show hanganalyze |
Investigasi session hang |
ips show diag |
Diagnosa RADAM (rare crash) |
ips show files -problem <id> |
Pola crash system-wide |
| Command | Fungsi |
|---|---|
purge |
Menghapus crash dump/trace lama |
set control |
Atur retention policy |
show control |
Lihat retention policy |
show purge |
Preview yang akan dihapus |
Contoh:
(168 jam = 7 hari)
Kalau kamu nggak manage ini, servermu akan pelan, storage jebol, dan kemudian semua orang nyalahin sebentar “kenapa DB lambat”.
🏁 Penutup: Oracle 19c = Enterprise Powerhouse
Oracle Database 19c bukan hanya “versi lama”. Ia adalah platform matang, stabil, dan penuh fitur canggih yang dirancang untuk:
- Menangani beban kerja mission-critical
- Memenuhi regulasi ketat
- Mengurangi beban operasional via otomatisasi
- Memberikan kinerja hybrid OLTP + analitik
Bagi DBA dan developer enterprise, menguasai fitur-fitur ini bukan pilihan — tapi keharusan.
Karena di dunia nyata, stabilitas dan keandalan lebih berharga daripada fitur terbaru.
Komentar
2Tinggalkan Komentar